Mengenal Leshan Giant Buddha, Patung Buddha Batu Terbesar di Dunia


Kalau berbicara tentang bangunan bersejarah di China, kebanyakan orang langsung teringat Tembok Besar China. Padahal, negeri ini juga memiliki banyak peninggalan luar biasa lainnya yang tidak kalah mengagumkan. Salah satunya adalah Leshan Giant Buddha, patung Buddha batu terbesar di dunia.
Patung raksasa ini bukan hanya menjadi destinasi wisata terkenal, tetapi juga merupakan mahakarya teknik, seni pahat, dan kepercayaan masyarakat China pada zaman kuno. Meski dibangun lebih dari 1.200 tahun yang lalu, Leshan Giant Buddha masih berdiri megah hingga sekarang dan menjadi salah satu ikon budaya Tiongkok.
Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Mandarin, mengenal tempat bersejarah seperti ini juga menjadi cara menyenangkan untuk menambah wawasan sekaligus memperkaya kosakata.
Apa Itu Leshan Giant Buddha?
Leshan Giant Buddha adalah patung Buddha yang dipahat langsung pada tebing batu di Kota Leshan, Provinsi Sichuan, China. Dalam bahasa Mandarin, patung ini dikenal sebagai 乐山大佛 (Lèshān Dàfó) = Buddha Besar Leshan. Kata tersebut terdiri dari:
- 乐山 (Lèshān) = Leshan
- 大 (dà) = besar
- 佛 (fó) = Buddha
Nama tersebut menggambarkan patung Buddha raksasa yang menjadi kebanggaan kota Leshan.
Patung Buddha Terbesar di Dunia
Leshan Giant Buddha memiliki tinggi sekitar 71 meter. Sebagai gambaran, tingginya hampir setara dengan gedung lebih dari 20 lantai. Beberapa ukurannya benar-benar mencengangkan:
- Tinggi keseluruhan sekitar 71 meter.
- Lebar bahu sekitar 28 meter.
- Kepala memiliki tinggi sekitar 15 meter.
- Setiap telinga memiliki panjang sekitar 7 meter.
- Jari kaki cukup besar sehingga beberapa orang dapat berdiri di atasnya.
Ukuran luar biasa inilah yang membuat Leshan Giant Buddha dikenal sebagai patung Buddha batu terbesar di dunia yang dipahat langsung pada tebing.
Dibangun pada Masa Dinasti Tang
Pembangunan patung dimulai pada tahun 713 Masehi, ketika China berada di bawah pemerintahan Dinasti Tang. Seorang biksu bernama 海通 (Hǎitōng) = Biksu Haitong memiliki keinginan besar untuk membangun patung Buddha di lokasi pertemuan tiga sungai.
Pada masa itu, arus sungai di daerah tersebut terkenal sangat deras dan sering menyebabkan kapal tenggelam. Haitong percaya bahwa kehadiran patung Buddha akan membawa ketenangan dan melindungi para pelaut yang melewati kawasan tersebut. Walaupun terdengar seperti legenda, pembangunan patung ini juga memiliki manfaat praktis. Batu-batu yang dipahat dari tebing dibuang ke sungai sehingga membantu mengurangi derasnya arus air di sekitar lokasi.
Mengapa Dibangun di Pertemuan Tiga Sungai?
Leshan berada di titik pertemuan tiga sungai besar, yaitu:
- Min River
- Dadu River
- Qingyi River
Pada zaman dahulu, wilayah ini merupakan jalur perdagangan air yang sangat sibuk. Namun, arus yang kuat sering menimbulkan kecelakaan. Karena itulah masyarakat berharap pembangunan patung Buddha dapat memberikan perlindungan sekaligus membawa kedamaian.
Dalam bahasa Mandarin:
河 (hé) = sungai
水 (shuǐ) = air
船 (chuán) = kapal
Butuh Waktu Hampir 90 Tahun
Membangun patung setinggi 71 meter tentu bukan pekerjaan yang mudah. Pengerjaannya memakan waktu sekitar 90 tahun. Sayangnya, Biksu Haitong meninggal dunia sebelum proyek selesai. Setelah beliau wafat, pembangunan diteruskan oleh murid-muridnya dengan dukungan pemerintah Dinasti Tang. Akhirnya, sekitar tahun 803 Masehi, patung raksasa ini berhasil diselesaikan. Hasilnya menjadi salah satu karya seni pahat paling luar biasa dalam sejarah dunia.
Sistem Drainase yang Sangat Canggih
Salah satu hal yang paling mengagumkan dari Leshan Giant Buddha adalah sistem drainasenya. Meski berusia lebih dari seribu tahun, patung ini tidak mudah rusak karena para pembangunnya sudah memikirkan cara mengalirkan air hujan. Mereka membuat saluran-saluran kecil yang tersembunyi di:
- kepala
- bahu
- telinga
- pakaian batu
Saluran tersebut membantu mengurangi genangan air yang dapat mempercepat pelapukan batu. Teknologi sederhana tetapi sangat cerdas ini menjadi bukti tingginya kemampuan teknik masyarakat China kuno.
Warisan Dunia UNESCO
Karena nilai sejarah, budaya, dan arsitekturnya yang luar biasa, Leshan Giant Buddha diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Setiap tahun, jutaan wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung keindahan patung ini. Ada dua cara populer menikmati Leshan Giant Buddha.
- Pertama, menaiki jalur tangga yang berada di samping tebing sehingga pengunjung dapat melihat patung dari dekat.
- Kedua, menaiki kapal wisata di sungai agar bisa menikmati keseluruhan bentuk patung dari kejauhan.
Kedua pengalaman tersebut sama-sama menawarkan pemandangan yang spektakuler.
Fakta Menarik Tentang Leshan Giant Buddha
1. Alisnya Lebih Panjang dari Sebuah Mobil
Ukuran setiap bagian patung sangat besar. Bahkan alisnya memiliki panjang beberapa meter.
2. Kukunya Lebih Besar dari Tubuh Manusia
Jari-jari kaki Buddha memiliki ukuran yang luar biasa sehingga wisatawan dapat berdiri di atasnya.
3. Dipahat Langsung di Tebing
Berbeda dengan patung yang dirakit dari beberapa bagian, Leshan Giant Buddha dipahat langsung dari tebing batu. Hal ini membuat proses pembangunannya jauh lebih rumit.
4. Pernah Tertutup Lumut
Selama ratusan tahun, permukaan patung sempat tertutup lumut dan tanaman liar. Kini pemerintah China secara rutin melakukan perawatan agar patung tetap terjaga.
5. Menjadi Salah Satu Destinasi Wisata Paling Populer di Sichuan
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga bisa mempelajari sejarah Dinasti Tang dan perkembangan agama Buddha di China.
Buddha dalam Budaya China
Agama Buddha mulai masuk ke China sekitar dua ribu tahun yang lalu. Seiring waktu, ajaran Buddha berpadu dengan budaya lokal dan memberikan pengaruh besar terhadap seni, sastra, arsitektur, hingga filosofi hidup masyarakat. Dalam bahasa Mandarin:
佛教 (Fójiào) = agama Buddha
寺庙 (sìmiào) = kuil
和尚 (héshang) = biksu
文化 (wénhuà) = budaya
Hingga sekarang, banyak kuil dan patung Buddha bersejarah yang masih menjadi bagian penting dari warisan budaya China.
Kosakata Mandarin Tentang Leshan Giant Buddha
Supaya belajar Mandarin semakin seru, berikut beberapa kosakata yang berkaitan dengan artikel ini.
- 乐山大佛 (Lèshān Dàfó) = Buddha Besar Leshan
- 佛 (fó) = Buddha
- 佛教 (Fójiào) = agama Buddha
- 寺庙 (sìmiào) = kuil
- 和尚 (héshang) = biksu
- 山 (shān) = gunung
- 河 (hé) = sungai
- 水 (shuǐ) = air
- 石头 (shítou) = batu
- 雕像 (diāoxiàng) = patung
- 历史 (lìshǐ) = sejarah
- 中国 (Zhōngguó) = China
- 文化 (wénhuà) = budaya
- 游客 (yóukè) = wisatawan
- 世界 (shìjiè) = dunia
Menghafal kosakata berdasarkan topik wisata dan sejarah seperti ini akan membantu kamu mengingat arti kata dengan lebih mudah karena langsung dikaitkan dengan cerita yang menarik.
Belajar Bahasa Mandarin Lewat Sejarah dan Budaya
Salah satu cara terbaik untuk belajar bahasa Mandarin adalah dengan mengenal budaya dan sejarah di baliknya. Saat mempelajari tempat bersejarah seperti Leshan Giant Buddha, kamu tidak hanya menambah kosakata baru, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat China membangun peradaban yang begitu maju sejak ribuan tahun lalu. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih hidup dibandingkan sekadar menghafal daftar kata.
Di ChineseRd, pembelajaran bahasa Mandarin tidak hanya fokus pada tata bahasa dan percakapan, tetapi juga memperkenalkan budaya, tradisi, serta sejarah China agar siswa dapat memahami konteks penggunaan bahasa secara lebih mendalam.
Leshan Giant Buddha merupakan salah satu keajaiban dunia yang menunjukkan kecerdasan, ketekunan, dan kreativitas masyarakat China kuno. Dengan tinggi sekitar 71 meter, patung ini menjadi patung Buddha batu terbesar di dunia yang dipahat langsung pada tebing dan masih berdiri kokoh setelah lebih dari seribu tahun.
Selain menjadi destinasi wisata yang menakjubkan, Leshan Giant Buddha juga mengajarkan kita bahwa sejarah, seni, teknik, dan budaya dapat berpadu menjadi sebuah mahakarya yang menginspirasi hingga sekarang.
Kalau kamu ingin memahami lebih banyak cerita menarik tentang China sekaligus belajar kosakata seperti 乐山大佛 (Lèshān Dàfó) = Buddha Besar Leshan, belajar bahasa Mandarin bersama ChineseRd bisa menjadi langkah yang tepat. Dengan memahami bahasanya, kamu juga akan lebih mudah mengenal budaya dan sejarah Tiongkok secara lebih mendalam.