Training Needs Analysis: Cara Menentukan Level Mandarin yang Dibutuhkan Tiap Divisi


Perusahaan mulai banyak bekerja sama dengan partner, supplier, vendor, maupun kantor pusat dari China. Akibatnya, kebutuhan kemampuan bahasa Mandarin di lingkungan kerja ikut meningkat. Masalahnya, tidak semua karyawan membutuhkan kemampuan Mandarin pada level yang sama.
Mengirim seluruh karyawan ke kelas Mandarin beginner mungkin terdengar praktis. Namun, bagi staf yang setiap hari berkomunikasi dengan supplier China, materi tersebut bisa terlalu dasar. Sebaliknya, memberikan kelas Business Mandarin tingkat lanjut kepada karyawan yang hanya sesekali menerima email berbahasa Mandarin juga tidak efisien.
Di sinilah Training Needs Analysis (TNA) menjadi penting. Perusahaan perlu mengetahui siapa yang membutuhkan Mandarin, untuk pekerjaan apa, dalam situasi seperti apa, dan sampai level mana kemampuan tersebut benar-benar dibutuhkan.
Apa Itu Training Needs Analysis untuk Bahasa Mandarin?
Training Needs Analysis adalah proses untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kemampuan karyawan saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaannya.
Dalam konteks pelatihan Mandarin, TNA tidak hanya bertujuan mengetahui apakah seorang karyawan bisa atau tidak bisa berbahasa Mandarin. Lebih jauh lagi, perusahaan perlu mengetahui kemampuan Mandarin seperti apa yang dibutuhkan berdasarkan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.
Misalnya, seorang staf procurement mungkin membutuhkan kemampuan untuk melakukan negosiasi harga, meminta quotation, membahas spesifikasi produk, dan melakukan follow-up kepada supplier.
Sementara itu, staf finance mungkin hanya membutuhkan kemampuan membaca invoice, memahami istilah pembayaran, dan berkomunikasi mengenai dokumen transaksi. Artinya, keduanya sama-sama membutuhkan Mandarin, tetapi kebutuhan kompetensinya berbeda.
Mengapa Level Mandarin Tidak Bisa Disamaratakan?
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan perusahaan adalah menentukan program berdasarkan jabatan saja.
Misalnya, semua karyawan level supervisor diwajibkan mengikuti kelas Mandarin intermediate. Padahal, kebutuhan bahasa seorang supervisor produksi yang sering berada di lapangan tentu berbeda dengan supervisor HR yang lebih banyak berkomunikasi mengenai administrasi dan karyawan.
Penentuan level sebaiknya mempertimbangkan tiga hal utama:
- Frekuensi penggunaan Mandarin
- Kompleksitas komunikasi
- Risiko bisnis jika terjadi kesalahpahaman
Semakin sering dan kompleks bahasa digunakan dalam pekerjaan, semakin tinggi level kemampuan yang dibutuhkan.
Cara Melakukan Training Needs Analysis Mandarin
1. Petakan Divisi yang Berhubungan dengan China
Langkah pertama adalah membuat pemetaan sederhana.
Identifikasi divisi mana saja yang memiliki interaksi dengan pihak berbahasa Mandarin, seperti:
- Procurement
- Sales
- Marketing
- Finance
- Accounting
- Legal
- HR
- Customer Service
- Engineering
- IT
- Operations
- Supply Chain
- Management
Jangan hanya melihat divisi yang melakukan meeting dengan klien. Bahkan pekerjaan administratif tertentu dapat membutuhkan kemampuan membaca atau menulis Mandarin.
2. Identifikasi Situasi Komunikasi
Setelah divisi dipetakan, identifikasi bagaimana Mandarin digunakan.
Contohnya:
| Divisi | Kebutuhan Mandarin |
|---|---|
| Procurement | Chat supplier, negosiasi, quotation |
| Sales | Presentasi, meeting, follow-up |
| Finance | Invoice, pembayaran, istilah keuangan |
| HR | Komunikasi dengan expatriate |
| Legal | Review dokumen dan kontrak |
| Engineering | Istilah teknis dan instruksi |
| Customer Service | Menangani pelanggan |
| Management | Meeting dan negosiasi strategis |
Dari sini perusahaan mulai mendapatkan gambaran yang lebih konkret.
3. Tentukan Skill yang Dibutuhkan
Bahasa bukan hanya tentang “bisa Mandarin”.
Setidaknya ada empat keterampilan yang perlu diperiksa:
Listening: Apakah karyawan mampu memahami percakapan dengan native speaker?
Speaking: Apakah mereka dapat menyampaikan informasi dengan jelas?
Reading: Apakah mereka dapat membaca email, dokumen, atau instruksi?
Writing: Apakah mereka dapat menulis email, laporan, atau pesan kerja?
Kebutuhan setiap divisi bisa berbeda.
Staf warehouse misalnya mungkin lebih membutuhkan listening dan speaking. Sementara staf administratif bisa membutuhkan reading dan writing lebih tinggi.
Contoh Mapping Level Mandarin Berdasarkan Divisi
Perusahaan dapat membuat matriks sederhana seperti berikut.
| Level | Kemampuan | Contoh Kebutuhan |
|---|---|---|
| Beginner | Kosakata dan percakapan dasar | Greeting, perkenalan |
| Elementary | Komunikasi sederhana | Chat dan instruksi dasar |
| Intermediate | Komunikasi pekerjaan | Meeting dan follow-up |
| Upper Intermediate | Diskusi kompleks | Negosiasi dan presentasi |
| Advanced | Komunikasi strategis | Negosiasi bisnis dan leadership |
Namun, level tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya indikator. Seorang karyawan bisa memiliki skor tes yang bagus secara akademis tetapi masih kesulitan melakukan negosiasi dalam situasi nyata. Karena itu, assessment sebaiknya dikombinasikan dengan job task analysis.
Buat Competency Matrix Mandarin
Salah satu output terbaik dari TNA adalah competency matrix.
Contohnya:
| Posisi | Speaking | Listening | Reading | Writing | Target |
|---|---|---|---|---|---|
| Admin | ★★ | ★★ | ★★★ | ★★★ | Basic–Intermediate |
| Procurement | ★★★★ | ★★★★ | ★★★ | ★★★ | Intermediate |
| Sales | ★★★★ | ★★★★ | ★★★ | ★★★ | Intermediate–Advanced |
| Legal | ★★★ | ★★★ | ★★★★★ | ★★★★★ | Advanced |
| Management | ★★★★★ | ★★★★★ | ★★★★ | ★★★★ | Advanced |
Dengan matriks seperti ini, perusahaan tidak perlu lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all.
Assessment Sebelum Training Sangat Penting
Setelah kebutuhan dipetakan, lakukan placement test.
Assessment dapat mencakup:
- Vocabulary dan grammar
- Listening
- Speaking
- Reading
- Writing
- Simulasi pekerjaan
Untuk kebutuhan korporat, bagian simulasi pekerjaan sangat penting.
Misalnya, peserta procurement diminta melakukan simulasi:
“Anda perlu meminta supplier China memberikan harga terbaik untuk pembelian dalam jumlah besar.”
Assessment tersebut jauh lebih relevan dibanding hanya mengerjakan soal grammar.
Jangan Hanya Menggunakan HSK sebagai Patokan
HSK dapat menjadi referensi untuk mengukur kemampuan bahasa Mandarin secara umum. Namun, perusahaan sebaiknya tidak menjadikan skor HSK sebagai satu-satunya standar kompetensi kerja.
Sebab, seseorang yang memiliki kemampuan akademis tinggi belum tentu terbiasa menggunakan bahasa Mandarin dalam konteks bisnis.
Perusahaan membutuhkan job-specific Mandarin.
Contohnya, procurement membutuhkan kosakata seperti:
- 报价 (bàojià) — quotation
- 价格 (jiàgé) — harga
- 订单 (dìngdān) — pesanan
- 交货期 (jiāohuòqī) — waktu pengiriman
- 付款方式 (fùkuǎn fāngshì) — metode pembayaran
Sementara finance memiliki kebutuhan kosakata yang berbeda.
Evaluasi Training Berdasarkan Dampak Bisnis
Training Mandarin sebaiknya tidak berhenti pada “peserta mendapatkan sertifikat”.
HR dan L&D dapat mengukur perubahan melalui indikator seperti:
- Peningkatan kemampuan komunikasi
- Berkurangnya ketergantungan pada translator
- Waktu respons kepada partner China
- Kemampuan melakukan meeting
- Kemampuan membuat email Mandarin
- Keberhasilan negosiasi
- Penurunan miskomunikasi
Dengan begitu, program bahasa dapat dikaitkan langsung dengan kebutuhan bisnis.
Training Needs Analysis Mandarin membantu perusahaan menentukan siapa yang membutuhkan pelatihan, kemampuan apa yang perlu dikembangkan, dan level Mandarin yang sesuai untuk setiap posisi. Daripada memberikan kelas yang sama kepada seluruh karyawan, perusahaan dapat membuat program berdasarkan fungsi pekerjaan, situasi komunikasi, dan target kompetensi.
Pendekatan ini membuat investasi training menjadi lebih terukur sekaligus membantu karyawan belajar Mandarin yang benar-benar mereka gunakan di tempat kerja.
Kenapa Perusahaan Perlu Memilih ChineseRd untuk Pelatihan Bahasa Mandarin Karyawan?

tengah pesatnya ekspansi bisnis global dan investasi perusahaan Tiongkok, kemampuan bahasa Mandarin bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing perusahaan Anda. Jangan biarkan kendala komunikasi menghambat efisiensi tim, negosiasi bisnis, maupun peluang kolaborasi bernilai tinggi.
Melalui program Corporate Class ChineseRd, kami siap membantu perusahaan Anda mencetak tim yang kompeten, percaya diri, dan job-ready untuk berkolaborasi di lingkungan bisnis global:
- Kurikulum Bisnis Fleksibel: Dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan industri dan sektor bisnis perusahaan Anda.
- Kelas Live Interaktif: Dipandu langsung oleh pengajar profesional berpengalaman untuk hasil belajar yang optimal.
- Jadwal Kerja Friendly: Waktu kelas disesuaikan dengan jam kerja tim agar tidak mengganggu operasional harian.
- Akses Rekaman Kelas: Karyawan yang berhalangan hadir tetap bisa menyimak materi kapan saja.
- Laporan Perkembangan (Study Report): Laporan berkala yang memudahkan tim HR memantau progres dan evaluasi kemampuan setiap karyawan.
- Program Komprehensif & Sertifikasi: Dari level pemula hingga tingkat lanjutan, termasuk persiapan HSK dan HSKK untuk sertifikasi resmi karyawan.
- Pilihan Kelas Adaptif: Tersedia format group class maupun private class sesuai strategi pelatihan perusahaan.
Tingkatkan produktivitas tim dan amankan posisi perusahaan Anda di pasar global sekarang juga. Investasi pada pengembangan kompetensi karyawan adalah kunci efisiensi dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Siap tingkatkan kualifikasi dan daya saing tim Anda bersama ChineseRd?
Klik tombol WhatsApp di bawah sekarang untuk konsultasi kebutuhan perusahaan Anda dan amankan PROMO SPESIAL CORPORATE hari ini sebelum kuota pelatihan bulan ini penuh!

1 Comment
Contoh Job Description yang Mensyaratkan Kemampuan Bahasa Mandarin – chineserd · Ogos 31, 2026 at 4:50 pm
[…] perusahaan ingin merekrut karyawan yang mampu berbahasa Mandarin. Namun, ketika membuat lowongan, requirement yang ditulis […]