Cara Menggunakan 被 (bèi) dalam Bahasa Mandarin: Panduan Lengkap untuk Pemula


Saat mulai mempelajari grammar bahasa Mandarin, kamu akan menemukan berbagai pola kalimat yang memiliki fungsi berbeda-beda. Salah satu grammar yang sering dianggap membingungkan oleh pemula adalah 被 (bèi).
Banyak pelajar bertanya, “Kapan harus menggunakan 被?”, “Apakah 被 sama seperti kalimat pasif dalam bahasa Indonesia?”, atau “Mengapa orang China terkadang tidak menggunakan 被 meskipun kalimatnya pasif?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat wajar. Dibandingkan grammar dasar seperti 有 (yǒu) atau 在 (zài), penggunaan 被 memang membutuhkan pemahaman konteks. Namun, jika sudah memahami konsep dasarnya, grammar ini sebenarnya cukup mudah dipelajari.
Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian 被, fungsi, pola kalimat, contoh penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan yang sering dilakukan pemula, hingga tips agar lebih mudah menguasainya.
Apa Itu 被 (bèi)?
被 (bèi) adalah kata yang digunakan untuk membentuk kalimat pasif dalam bahasa Mandarin. Kalimat pasif adalah kalimat yang menempatkan objek sebagai subjek, sementara pelaku tindakan berada setelah kata 被 atau bahkan tidak disebutkan.
Contohnya dalam bahasa Indonesia:
- Buku itu dibaca oleh saya
- Pintu ditutup oleh ibu
- Motor saya dicuri
Dalam bahasa Mandarin, pola seperti ini umumnya menggunakan 被 (bèi).
Contoh sederhana:
我的手机被偷了。(Wǒ de shǒujī bèi tōu le.) = Ponsel saya dicuri
Pada kalimat tersebut, ponsel menjadi fokus utama, sedangkan tindakan dilakukan oleh orang lain yang tidak disebutkan.
Fungsi 被 dalam Bahasa Mandarin
Secara umum, 被 digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menerima suatu tindakan. Grammar ini sering muncul ketika membahas:
- Kehilangan barang
- Mengalami suatu kejadian
- Menjelaskan peristiwa
- Menyampaikan informasi secara pasif
- Menekankan hasil dari suatu tindakan
Dalam percakapan sehari-hari, 被 sering digunakan ketika seseorang mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.
Contohnya:
钱包被偷了。(Qiánbāo bèi tōu le.) = Dompet saya dicuri.
Rumus Dasar Penggunaan 被
Pola dasar kalimat pasif dalam bahasa Mandarin adalah:
Subjek + 被 + Pelaku + Kata Kerja + Objek
Contoh:
我被老师表扬了。(Wǒ bèi lǎoshī biǎoyáng le.) = Saya dipuji oleh guru
Penjelasannya:
- 我 = saya
- 被 = dikenai tindakan
- 老师 = guru
- 表扬 = memuji
- 了 = penanda tindakan selesai
Jika Pelaku Tidak Diketahui
Dalam banyak situasi, pelaku tidak diketahui atau tidak perlu disebutkan. Karena itu, pola berikut juga sangat umum digunakan.
Subjek + 被 + Kata Kerja + 了
Contoh:
我的电脑被偷了。(Wǒ de diànnǎo bèi tōu le.) = Laptop saya dicuri
Siapa pencurinya tidak diketahui sehingga tidak perlu disebutkan.
Kapan Menggunakan 被?
Tidak semua kalimat pasif dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan menggunakan 被Biasanya 被 digunakan ketika ingin:
- Menekankan bahwa seseorang mengalami suatu kejadian
- Menjelaskan akibat dari suatu tindakan
- Menyampaikan informasi yang berdampak pada subjek
Contohnya:
我的车被撞了。(Wǒ de chē bèi zhuàng le.) = Mobil saya ditabrak
Anak kalimat ini menekankan bahwa mobil tersebut menerima tindakan.
Contoh Kalimat Menggunakan 被
Berikut beberapa contoh penggunaan 被 dalam kehidupan sehari-hari.
- 我的手机被偷了。(Wǒ de shǒujī bèi tōu le.) = Ponsel saya dicuri.
- 门被关上了。(Mén bèi guān shàng le.) = Pintu ditutup.
- 作业被老师检查了。(Zuòyè bèi lǎoshī jiǎnchá le.) = PR diperiksa oleh guru.
- 他被老板批评了。(Tā bèi lǎobǎn pīpíng le.) = Dia dimarahi oleh bos.
- 我的名字被写错了。(Wǒ de míngzi bèi xiě cuò le.) = Nama saya ditulis salah.
- 这些花被风吹倒了。(Zhèxiē huā bèi fēng chuīdǎo le.) = Bunga-bunga itu tertiup angin hingga roboh.
Perbedaan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut.
- Kalimat Aktif
老师表扬我。(Lǎoshī biǎoyáng wǒ.) = Guru memuji saya.
Fokusnya adalah guru sebagai pelaku.
- Kalimat Pasif
我被老师表扬了。(Wǒ bèi lǎoshī biǎoyáng le.) = Saya dipuji oleh guru.
Fokus berpindah kepada saya sebagai penerima tindakan. Perubahan fokus inilah yang menjadi fungsi utama penggunaan 被.
Apakah Semua Kalimat Pasif Menggunakan 被?
Jawabannya tidak. Dalam bahasa Mandarin, ada beberapa situasi di mana makna pasif sudah dapat dipahami tanpa harus menggunakan 被.
Misalnya dalam percakapan sehari-hari, penutur asli sering memilih bentuk yang lebih ringkas apabila konteksnya sudah jelas. Karena itu, memahami konteks penggunaan sama pentingnya dengan menghafal rumus grammar.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan 被 (bèi)
Meskipun rumus penggunaan 被 (bèi) terlihat sederhana, banyak pemula masih melakukan beberapa kesalahan yang sama. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini, kamu bisa menghindarinya sejak awal.
1. Menggunakan 被 untuk Semua Kalimat Pasif
Kesalahan yang paling umum adalah menganggap semua kalimat pasif dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan menggunakan 被.
Padahal, dalam bahasa Mandarin tidak semua kalimat pasif memerlukan 被. Penutur asli sering menggunakan bentuk kalimat lain yang lebih alami tergantung konteks. Misalnya, beberapa kalimat lebih sering disampaikan dalam bentuk aktif meskipun dalam bahasa Indonesia terdengar pasif. Karena itu, jangan menerjemahkan kata demi kata dari bahasa Indonesia ke Mandarin.
2. Lupa Menambahkan Kata Kerja
Perhatikan contoh berikut.
❌ 我被老师。
(Wǒ bèi lǎoshī.)
Kalimat tersebut tidak lengkap karena setelah 被 harus ada tindakan yang dilakukan.
Yang benar:
✅ 我被老师表扬了。
(Wǒ bèi lǎoshī biǎoyáng le.) = Saya dipuji oleh guru
3. Salah Menempatkan Pelaku
Urutan dalam bahasa Mandarin berbeda dengan bahasa Indonesia. Pola yang benar adalah:
Subjek + 被 + Pelaku + Kata Kerja + Objek
Contoh:
我的电脑被哥哥用了。(Wǒ de diànnǎo bèi gēge yòng le.) = Laptop saya dipakai kakak
4. Mengabaikan Konteks Kalimat
Secara umum, 被 lebih sering digunakan ketika subjek mengalami suatu tindakan atau kejadian yang ingin ditekankan. Namun, grammar ini juga dapat digunakan dalam situasi positif. Contohnya:
我被老师表扬了。(Wǒ bèi lǎoshī biǎoyáng le.) = Saya dipuji oleh guru
Jadi, 被 tidak selalu menunjukkan kejadian yang buruk, meskipun dalam percakapan sehari-hari lebih sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Tips Cepat Menguasai Penggunaan 被
Agar grammar ini lebih mudah dipahami, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.
- Pelajari Bersama Kalimat Aktif
Jangan hanya menghafal pola pasif. Bandingkan langsung dengan bentuk aktifnya.
Contoh:
老师帮助我。(Lǎoshī bāngzhù wǒ.) = Guru membantu saya
↓
我被老师帮助了。(Wǒ bèi lǎoshī bāngzhù le.) = Saya dibantu oleh guru
Dengan membandingkan kedua bentuk tersebut, kamu akan lebih mudah memahami perubahan struktur kalimat.
- Gunakan dalam Kehidupan Sehari-hari
Cobalah membuat kalimat sederhana menggunakan benda-benda di sekitarmu.
Misalnya:
- 门被关了。(Mén bèi guān le.) = Pintu ditutup
- 手机被拿走了。(Shǒujī bèi názǒu le.) = Ponsel diambil
Semakin sering digunakan, semakin cepat grammar ini melekat dalam ingatan.
- Latihan Menulis Kalimat Sendiri
Setelah mempelajari contoh, buatlah beberapa kalimat versimu sendiri.
Misalnya tentang:
- Barang yang hilang
- Tugas sekolah
- Pengalaman sehari-hari
- Kejadian di rumah
- Aktivitas di kantor atau kampus
Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya membaca teori.
- Perbanyak Membaca Teks Mandarin
Grammar 被 cukup sering muncul dalam artikel berita, cerita pendek, maupun soal HSK. Semakin sering membaca, kamu akan semakin terbiasa mengenali pola penggunaannya.
Kosakata yang Sering Muncul Bersama 被
Berikut beberapa kosakata yang sering digunakan dalam kalimat pasif.
偷 (tōu) = mencuri
拿 (ná) = mengambil
帮助 (bāngzhù) = membantu
表扬 (biǎoyáng) = memuji
批评 (pīpíng) = mengkritik
检查 (jiǎnchá) = memeriksa
打 (dǎ) = memukul
关 (guān) = menutup
打开 (dǎkāi) = membuka
写 (xiě) = menulis
忘记 (wàngjì) = lupa
撞 (zhuàng) = menabrak
使用 (shǐyòng) = menggunakan
修理 (xiūlǐ) = memperbaiki
完成 (wánchéng) = menyelesaikan
Menghafal kosakata ini akan membantumu lebih mudah membuat kalimat menggunakan 被.
Latihan Membuat Kalimat Menggunakan 被
Cobalah ubah kalimat aktif berikut menjadi bentuk pasif.
Contoh 1
Aktif:
老师检查作业。(Lǎoshī jiǎnchá zuòyè.) = Guru memeriksa PR
Pasif:
作业被老师检查了。(Zuòyè bèi lǎoshī jiǎnchá le.) = PR diperiksa oleh guru
Contoh 2
Aktif:
哥哥打开门。(Gēge dǎkāi mén.) = Kakak membuka pintu
Pasif:
门被哥哥打开了。(Mén bèi gēge dǎkāi le.) = Pintu dibuka oleh kakak
Contoh 3
Aktif:
老板批评他。(Lǎobǎn pīpíng tā.) = Bos memarahi dia
Pasif:
他被老板批评了。(Tā bèi lǎobǎn pīpíng le.) = Dia dimarahi oleh bos
Latihan seperti ini sangat efektif untuk memahami perubahan pola kalimat.
FAQ Seputar Penggunaan 被 (bèi)
- Apakah 被 selalu berarti “oleh”?
Tidak. Meskipun sering diterjemahkan sebagai “oleh”, fungsi utama 被 adalah menandai bahwa subjek menerima suatu tindakan. Dalam beberapa kalimat, kata “oleh” bahkan tidak perlu diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia.
- Apakah semua kalimat pasif menggunakan 被?
Tidak. Ada banyak kalimat dalam bahasa Mandarin yang memiliki makna pasif tanpa menggunakan 被. Pemilihan bentuk kalimat bergantung pada konteks dan gaya bahasa.
- Apakah 被 hanya digunakan untuk kejadian buruk?
Tidak. Memang 被 sering digunakan untuk menyampaikan kejadian yang tidak diinginkan, seperti kehilangan atau kerusakan. Namun, 被 juga dapat digunakan dalam situasi positif, misalnya ketika seseorang dipuji atau dibantu.
- Apakah grammar 被 sering muncul dalam HSK?
Ya. Penggunaan 被 merupakan salah satu materi grammar yang cukup sering muncul dalam soal HSK, terutama pada level menengah hingga lanjutan. Karena itu, penting untuk memahami fungsi dan pola penggunaannya.
- Bagaimana cara cepat menguasai 被?
Pelajari rumus dasarnya, bandingkan kalimat aktif dan pasif, perbanyak membaca contoh kalimat, serta rutin berlatih membuat kalimat sendiri menggunakan kosakata sehari-hari.
被 (bèi) merupakan grammar yang digunakan untuk membentuk kalimat pasif dalam bahasa Mandarin. Meskipun terlihat sederhana, penggunaannya membutuhkan pemahaman konteks agar kalimat terdengar alami.
Kunci untuk menguasai 被 bukan hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami kapan grammar ini digunakan, membandingkan bentuk aktif dan pasif, serta memperbanyak latihan membuat kalimat. Dengan latihan yang konsisten, kamu akan lebih percaya diri menggunakan 被 dalam percakapan maupun saat menghadapi soal HSK.
Kuasai Grammar Mandarin Lebih Mudah Bersama ChineseRd
Belajar grammar seperti 被 (bèi) akan terasa jauh lebih mudah jika dipelajari secara bertahap bersama pengajar yang berpengalaman. Di ChineseRd, setiap materi dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, dilengkapi contoh percakapan, latihan soal, dan praktik langsung agar kamu tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami cara menggunakannya dalam situasi nyata.
Seluruh program belajar di ChineseRd telah menggunakan kurikulum terbaru HSK 3.0 (New HSK), sehingga materi grammar, kosakata, dan latihan yang dipelajari selalu mengikuti standar internasional terbaru.
Kenapa belajar di ChineseRd?
- Kurikulum terbaru sesuai HSK 3.0 (New HSK)
- Kelas online live interaktif bersama pengajar profesional
- Preview video pembelajaran sebelum bergabung
- Rekaman kelas yang bisa diputar kembali kapan saja
- AI Speaking Test untuk melatih kemampuan berbicara
- AI Essay Review untuk meningkatkan kemampuan menulis
- Study Report agar perkembangan belajar dapat dipantau secara berkala
- Cocok untuk pemula hingga tingkat lanjutan, termasuk persiapan HSK dan HSKK
Dengan metode belajar yang sistematis dan banyak latihan praktik, ChineseRd siap membantu kamu menguasai grammar bahasa Mandarin dengan lebih percaya diri dan efektif.
Yuk, mulai belajar bahasa Mandarin bersama ChineseRd dan kuasai grammar penting seperti 被 (bèi) dengan kurikulum terbaru HSK 3.0 untuk membuka lebih banyak peluang di dunia pendidikan, karier, maupun bisnis!