Kebiasaan Orang China yang Bikin Mahasiswa Indonesia Kaget

Published by chineserd on

Bayangkan hari pertama kamu tinggal di China. Kamu keluar dari asrama, berjalan menuju minimarket, mencoba membeli makanan, lalu melihat orang-orang di sekitar melakukan berbagai kebiasaan yang sebelumnya jarang kamu temui di Indonesia. Ada yang membawa air panas ke mana-mana. Ada yang sangat terbiasa menggunakan QR code untuk pembayaran. Ada pula kebiasaan makan, antre, hingga cara berkomunikasi yang terasa sedikit berbeda.

Buat mahasiswa baru, hal-hal kecil seperti ini bisa menimbulkan culture shock. Bukan karena kebiasaannya buruk atau aneh, tetapi karena standar “normal” setiap budaya memang berbeda. Supaya tidak kaget ketika sampai di China, berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu ketahui.

1. Air Hangat Sangat Populer

Kalau di Indonesia kamu terbiasa minum air putih dingin, jangan heran jika di China kamu lebih sering ditawari air hangat.

Air panas atau hangat cukup umum dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Di kampus atau tempat tertentu, kamu bahkan bisa menemukan dispenser atau fasilitas air panas.

Karena itu, membawa botol minum sendiri bisa sangat membantu.

2. QR Code Ada di Mana-Mana

Salah satu perubahan paling terasa bagi mahasiswa Indonesia adalah sistem pembayaran digital.

Di banyak tempat, transaksi menggunakan QR code melalui aplikasi seperti Alipay atau WeChat Pay sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mulai dari membeli makanan, membayar transportasi tertentu, hingga bertransaksi di toko, kamu akan sering berhadapan dengan QR code.

Karena itu, sebelum berangkat, mahasiswa sebaiknya memahami cara menggunakan Alipay dan WeChat Pay, termasuk menghubungkan metode pembayaran yang tersedia untuk pengguna asing.

3. Makan Bersama Bisa Menjadi Pengalaman Baru

Dalam banyak situasi sosial, makanan dapat menjadi bagian penting dari interaksi.

Ketika makan bersama, beberapa orang mungkin memesan sejumlah hidangan untuk dinikmati bersama, bukan masing-masing satu menu utama.

Kalau kamu terbiasa dengan konsep “pesan satu makanan untuk satu orang”, sistem seperti ini mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.

Namun, justru makan bersama bisa menjadi kesempatan bagus untuk mengenal teman lokal.

4. Jam Makan Bisa Berbeda

Mahasiswa Indonesia mungkin terbiasa makan malam cukup larut. Di beberapa lingkungan di China, jadwal makan bisa terasa lebih awal.

Kebiasaan ini dapat memengaruhi rutinitas mahasiswa, terutama ketika jadwal kuliah padat.

Jangan kaget jika temanmu sudah membicarakan makan malam ketika kamu masih merasa waktunya belum terlalu sore.

5. Orang Bisa Berbicara Lebih Langsung

Dalam komunikasi sehari-hari, kamu mungkin menemukan gaya bicara yang terasa lebih langsung dibandingkan kebiasaanmu.

Misalnya, seseorang bisa langsung bertanya mengenai usia, asal daerah, jurusan, atau status hubungan.

Bagi mahasiswa Indonesia, pertanyaan seperti itu mungkin terasa terlalu personal.

Namun, konteks sosial dan budaya sangat memengaruhi cara sebuah pertanyaan dipersepsikan. Tidak semua pertanyaan harus dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan.

6. Penggunaan Smartphone Sangat Intens

Smartphone bukan hanya alat komunikasi.

Banyak aktivitas sehari-hari terhubung dengan aplikasi, mulai dari pembayaran, pemesanan makanan, transportasi, belanja, hingga layanan kampus.

Karena itu, kemampuan menggunakan aplikasi dalam bahasa Mandarin akan menjadi skill praktis yang sangat membantu.

7. Tawar-Menawar Tidak Selalu Berlaku

Mahasiswa Indonesia mungkin terbiasa menawar di pasar atau toko tertentu.

Namun, jangan menganggap semua toko di China bisa ditawar.

Di toko dengan harga tetap, kamu cukup membayar sesuai nominal yang tercantum. Tawar-menawar lebih bergantung pada jenis tempat dan sistem penjualan.

8. Kebiasaan Membawa Tas Belanja Sendiri

Di beberapa tempat, kantong belanja tidak selalu otomatis diberikan secara gratis.

Membawa reusable bag atau tas kecil sendiri bisa menjadi kebiasaan yang praktis.

Selain menghemat pengeluaran kecil, kamu juga tidak perlu repot membawa barang dengan tangan.

Cara Menghadapi Culture Shock

Culture shock biasanya tidak muncul karena satu hal besar. Justru, akumulasi kebiasaan kecil yang berbeda bisa membuat seseorang merasa lelah.

Karena itu, jangan buru-buru menilai kebiasaan yang berbeda sebagai sesuatu yang salah.

Gunakan prinsip sederhana:

Amati → pahami → adaptasi.

Kamu tidak harus mengubah seluruh kebiasaan pribadi. Cukup pahami aturan sosial di lingkungan baru agar tidak mudah salah persepsi.

Kuliah di China bukan hanya tentang belajar di universitas. Kamu juga akan belajar menjalani kehidupan dengan sistem, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda. Semakin banyak hal yang kamu ketahui sebelum berangkat, semakin kecil kemungkinan kamu mengalami culture shock yang berat. Dan sering kali, kebiasaan yang awalnya terasa aneh justru menjadi bagian dari pengalaman paling berkesan selama tinggal di China.


Mulai perjalanan belajar di ChineseRd

testimoni kursus mandarin
  • Kurikulum terbaru sesuai HSK 3.0 (New HSK)
  • Kelas online live interaktif bersama pengajar profesional
  • Preview video pembelajaran sebelum bergabung
  • Rekaman kelas yang bisa diputar kembali kapan saja
  • Sertifikat kursus resmi
  • AI Speaking Test untuk melatih kemampuan berbicara
  • AI Essay Review untuk meningkatkan kemampuan menulis
  • Study Report agar perkembangan belajar dapat dipantau secara berkala
  • Cocok untuk pemula hingga tingkat lanjutan, termasuk persiapan HSK dan HSKK

Dengan metode belajar yang sistematis dan banyak latihan praktik, ChineseRd siap membantu kamu menguasai grammar bahasa Mandarin dengan lebih percaya diri dan efektif.

Yuk, mulai belajar bahasa Mandarin bersama ChineseRd! Dari nol hingga mahir, ChineseRd siap mendampingi perjalananmu meraih beasiswa studi ke China maupun karier impian di perusahaan ternama. 1 juta+ lulusan di seluruh dunia telah membuktikannya sekarang saatnya giliran kamu! Siap wujudkan mimpimu? Klik tombol WhatsApp di bawah sekarang dan amankan PROMO SPESIAL hari ini sebelum kuota habis!


Categories: BLOG

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *